Wilujeng Sumping

Ulah mopohokeun diri maneh nu asal !!!!

Jumat, 21 September 2012

Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor intern, yaitu gen dan hormon dan faktor ekstern, seperti cahaya, suhu, dan tanah. Cahaya merupakan salah satu faktor yang tidak kalah pentingnya dari faktor yang lain. Kebanyakan tumbuhan tidak dapat hidup lama bila tidak terdapat cahaya. Karena dalam keadaan semacam itu tumbuhan tidak dapat membuat makanan dan akan mati kelaparan. Tumbuh-tumbuhan yang dipelihara beberapa lama dalam kegelapan akan menghasilkan batang yang lemah dan panjang. Daun-daunnya kerdil dan tidak berkembang, serta tidak dapat membetuk krolofil pada jaringannya.

B.     Identifikasi Masalah
Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yang disimpan ditempat yang disinari cahaya matahari dan yang disimpan ditempat gelap

C.    Tujuan Penilitian
Mengetahui pengaruh cahaya matahari terhadap perkecambahan biji kacang hijau dan biji jagung.
Mengetahui efek-efek cahaya matahari terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau dan jagung, baik yang pada saat perkecambahan disimpan ditempat terang maupun ditempat gelap.

D.    Landasan Teori
Pengertian pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses hidup yang selalu terjadi pada setiap makhluk hidup. Kedua istilah tersebut sering diucapkan untuk pengertian yang sama. Padahal pertumbuhan dan perkembangan memiliki pengertian yang berbeda satu sama lain. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai peningkatan ukuran yang bersifat permanent (tetap) dan tidak dapat balik ( Irrevisible), sedangkan perkembangan adalah proses perubahan dalam bentuk.
Pada proses pertumbuhan selau terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada tumbuhan diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon Tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon yang kokoh atau rumput yang mudah digoyangkan oleh angina. Nama lain proses perkembangan adalah morfogenesis.
Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan aktivitas sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul sederhana dan molekul kompleks.
Tahapan yang dilalui selama melangsungkan proses tersebut adalah sebagai berikut :
v  Tahap pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak.
v  Tahap Pembesaran sel, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Pada sel tumbuhan, peningkatantersebut biasanya disebabkanoleh penyerapan air kedalam vakuola.
v  Tahap diferensiasi sel, yaitu perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran tertentu menjadi bentuk khusus (terspesialisasi) melalui proses diferensiasi. Pada akhirnya terbentuk jaringan, organ, dan individu. 
Pertumbuhan dan Perkembagan Awal
       Pertumbuhan awal tumbuhan berbiji dimulai dari biji. Biji mengandung potensi yang dibutuhkan untuk tumbuh menjadi individu yang baru, misalnya embrio, cadangan makanan, dan calondaun (calon akar).
       Sebutir biji mengandung satu embrio. Embrio terdiri atas radikula (yang akan tumbuh menjadi akar) dan planula ( yang akan tumbuh menjadi kecambah). Cadangan Makanan bagi embrio tersimpan dalam kotiledon yang didalamnya terkandung pati, protein, dan beberapa jenis enzim. Kotiledon dikelilingi oleh bahan yang kuat, yang disebut testa. Testa berfungsi sebagai pelindung kotiledon untuk mencegah kerusakan embrio dan masuknya bakteri atau jamur kedalam biji. Testa memiliki sebuah lubang kecil, disebut mikropil. Didekat mikropil terdapat hilum yang menggabungkan kulit kotiledon.
       Biji memiliki kandungan air yang sangat sedikit. Pada saat biji terbentuk, air di dalamnya dikeluarkan sehingga biji mengalami dehidrasi. Akibat ketiadaan air, biji tidak dapat melangsungkan proses metabolisme sehingga menjadi tidak aktif (dorman). Dormansi biji sangat bermanfaat pada kondisi tidak nyaman (suasana ekstrem, sangat dingin atau kering) karena struktur biji yang kuat akan melindungi embrio agar tetap bertahan hidup.
Perkembangan Embrio
Embrio berkembang didalam biji. Setelah fertilisasi, zigot mengalami rangakian pembelahan sel. Salah satu dari dua sel yang berasal dari mitosis zigot akan berkembang menjadi embrio asli, sedangkan sel yang lain menjadi bahan awal dari jaringan suspensor.
Embrio didalam bakal biji (ovulum) berkembang menjadi massa bulat yang mengandung ratusan sel. Massa sel tersebut berkembang menjadi jaringan primer dan akhirnya membentuk seluruh jaringan utama tumbuhan dewasa, termasuk kotiledon. Kotiledon berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan perkecambahan (germinasi).
Pada kutub embrio ditemukan dua massa sel yang belum terdiferensiasi, yaitu meristem apical ujung (terminal) dan meristem apical aka. Sel-sel tersebut berada dalam kondisi dorman ketika biji pada masa dorminasi. Setelah biji berkecambah, kedua massa sel tersebut berkembang menjadi daerah pertumbuhan batang dan akar.
Perkembangan embrio terhenti stelah mencapai tahapan tertentu, yaitu saat bakal biji telah menjadi biji matang. Biji tersebut tetap, yaitu sesuai untuk perkecambahan./ Di dalam biji yang matang, endosperma makanan telah terdiferensiasi menjadi lapisan terluar sel (aleuron) dan massa sel terdalam bertepung. Sel-sel aleuron menyintesis enzim a-milase. Enzim tersebut dapat mengubah cadangan zat pati didalam endosperma menjadi gula yang dapat digunakan oleh embrio.

Perkecambahan
            Perkecambahan adalah proses pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji yang memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. Komponen biji tersebut adalah bagian kecambah yang terdapat didalam biji, misalnya radikula dan plumula. Faktor yang mempengaruhi perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen, dan suhu.
Rangkaian peristiwa selama proses perkecambahan berlangsung, yaitu:
*      Imbibisi
*      Sekresi hormon dan enzim.
*      Hidrolisis cadangan
*      Inisiasi pertumbuhan embrio
*      Pemunculan radikel
*      Pemantapan kecambah

Pemacu kimiawi perkecambahan adalah :
*      Giberelin         : Hormon endogen pemacu perkecambahan benih alamiah.
*      Sitokinin          : Hormon endogen pemacu perkecambahan benih alamiah.
*      Etilen (C4H4) : Turut mengatur penglepasan auksin pada perkecambahan benih.
*      H2O2 : Menstimulir respirasi yang mempercepat perombakan cadangan makanan.
*      Auksin: dalam konsentrasi rendah bekerjasama dengan cahaya mempercepat perkecambahan.
*      KNO3 : bekerjasama dengan cahaya dan suhu memacu proses perkecambahan benih
*      Thiourea : Membantu pembentukan pemacu perkecambahan, seperti giberelin.

Tahapan perkecambahan
Perkembangan bij berhubungan dengan aspek kimiawi. Proses tersebut meliputi beberapa tahapan, antara lain imbibisi, sekresi hormon dan enzim, hidrolisis cadangan makanan, pengiriman bahan makanan terlarut dan hormone ke daerah titik tumbuh atau daerah lainnya, serta asimilasi (fotosintetis).
Proses penyerapan cairan pada biji (imbibisi) terjadi melalui mikropil. Air yang masuk kedalam kotiledon membengkak. Pembengkakan tersebut pada akhirnya menyebabkan pecahnya testa.
Awal perkembangan disahului aktifnya enzim hidrolase (protease, lipase, dan karbohidrase) dan hormone pada kotiledon atau endosperma oleh adanya air. Enzim protease segera bekerja mengubah molekul protein menjadi asam amino. Asalm amino digunakan untuk membuat molekul protein baru bagi membrane sel dan sitoplasma. Timbunan pati di uraikan menjadi maltosa kemudian menjadi glukosa. Sebagian glukosa akan diubah menjadi selulosa, yaitu bahan untuk membuat dinding sel bagi sel-sel yang baru. Bahan makanan terlarut berupa maltosa dan asam amino akan berdifusi ke embrio.
Semua proses tersebut memerlukan energi. Biji memperoleh energi melalui pemecahan glukosa saat proses respirasi. Pemecahan glukosa yang berasal dari timbunan pati menyebabkan biji kehilangan bobotnya. Setelah beberapa hari, plumula tumbuh di atas permukaan tanah. Daun pertama membuka dan mulai melakukan fotosintesis.

Tipe Perkecambahan
Berdasarkan posisi kotiledon dalam proses perkecambahan dikenal perkecambahan hipogeal dan epigeal.

a.      Perkecambahan epigeal
Hipogeal adalah pertumbuhan memanjang dari epikotil yang meyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah. Kotiledon relatif tetap posisinya. Contoh tipe ini terjadi pada kacang kapri dan jagung.
b. Perkecambahan hipogeal
hipokotillah yang tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah. Perkecambahan tipe ini misalnya terjadi pada kacang hijau dan jarak.
Macam-Macam Pertumbuhan Pada Tumbuhan

1. Pertumbuhan primer
            Pertumbuhan Primer adalah pertumbuhan yang memanjang baik yang terjadi pada ujung akar maupun ujung batang. Pertumbuhan primer dapat diukur secara kuantitatif yaitu dengan menggunakan alat auksanometer .
Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang dapat dibedakan menjadi 3 daerah yaitu:
·         Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Sel-sel di daerah ini aktif membelah (bersifat meristematik) 
·         Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan. Sel-sel di daerah inimemiliki kemampuan untuk membesar dan memanjang.
·         Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang mempunyai fungsi dan struktur khusus.

2. Pertumbuhan sekunder
Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang dapat menambah diameter batang. Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan pada tumbuhan 

1.      Faktor eksternal/lingkungan
Faktor ini merupakan faktor luar yang erat sekali hubungannya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan.
Beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai berikut:
·         Air dan mineral
·         Kelembaban
·         Suhu
·         Cahaya


2.      Faktor internal
Faktor yang melibatkan hormon dan gen yang akan mengontrol pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

Pengaruh Cahaya pada pertumbuhan Tumbuhan
            Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, proses perkecambahan yang diletakan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi.

E.     Hipotesis

Tumbuhan yang hidup di tempat terang akan lebih sehat daripada tumbuhan yang disimpan di tempat gelap.
Cahaya mempengaruhi warna batang dan daun tumbuhan.
Kecepatan pertumbuhan yang disimpan ditempat gelap akan lebih cepat daripada tumbuhan disimpan di tempat terang.

F.     Metode Penilitian

Ø  Varibel

*      Variabel Terkontrol
Berupa ukuran panjang radikula, batang,dan lebar daun, dan warna batang dan daun.

*      Variabel Bebas
Berupa tempat yang terkena caha dan yang tidak, jenis kacang hijau dan jagung yang sama (20 kacang hijau & 20 jagung ditempatkan ditempat terang, 10 kacang hijau & 10 Jagung ditempatkan ditempat yang terang)

*      Faktor yang diberi perlakuan
Berupa pengukuran panjang kecambah yang diukur setiap hari.

*      Faktor yang tidak diberi perlakuan(kontrol)
Berupa waktu penyiraman dan jumlah air

Ø  Cara Kerja
Perlakuan I   :    10 Biji kacang hijau dan 10 biji jagung ditanam pada media kapas pada tempat yang terang
Perlakuan II  :    10 biji kacang hijau dan 10 biji jagung ditanam pada kapas pada tempat yang gelap.
Ø  Sasaran Penelitian
              Menemukan tempat yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Ø  Alat dan Bahan
a.      Alat
Piring pisin, kapas, penggaris, pulpen, tipex, pensil, benang, aqua gelas, gunting.
b.      Bahan
40 Biji kacang hijau dan 40 biji jagung.

Ø  Prosedur Pelaksanaan Penelitian
Prosedur pelaksanaan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Menyiapkan alat dan bahan
Pada sesi ini kami akan menyiapkan peralatan dan bahan-bahan yang akan kami gunakan dalam penelitian ini
Pelaksanaan Penelitian
Setelah menyiapkan segala sesuatunya,selanjutnya adalah pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan dalam kurun waktu ± 2 minggu.Dalam penelitian ini kami menilai,meneliti,dan menanggapi tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau dan jagung.
Mencatat
Setelah dilakukan pengamatan,kami mencatat perkembangan-perkembangan yang terjadi pada biji kacang hijau dan jagung.

















BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.                Data Hasi Pengamatan
Data hasil pengamatan kami adalah sebagai berikut :

Tabel pertumbuhan dan Perkembahan Biji Kacang Hijau









Terang (A)







Hari ke
Biji
Perubahan Morfologi
Kacang
Panjang
Warna
Pertambahan
Panjang
Panjang
Lebar
Warna
Hijau
Kecambah
Radikula
Panjang
Batang
Daun
Daun
Daun
Nomor ke
(cm)

(cm)
(cm)
(cm)
(cm)

1
1
-
Putih
-




2
-
Putih
-




3
1
Putih
1




4
0,5
Putih
0,5




5
0,85
Putih
0,85




2
1
0,6
Hijau
0,6




2
-
Hijau
-




3
1,4
Hijau
0,4




4
0,9
Hijau
0,4




5
1,5
Hijau
0,65




3
1
0,8
Hijau
0,2




2
-
Hijau
-




3
1,7
Hijau
0,3




4
1,2
Hijau
0,3




5
1,9
Hijau
0,4





Data Pengukuran pertumbuhan
Yang diukur pada hari ke 8,9,10

8,5
3
1,4
Hijau tua
9
3,3
1,5
Hijau tua
9,3
1,5
1,6
Hijau Tua













Tabel pertumbuhan dan Perkembahan Biji Kacang Hijau









Terang (B)







Hari ke
Biji
Perubahan Morfologi
Kacang
Panjang
Warna
Pertambahan
Panjang
Panjang
Lebar
Warna
Hijau
Kecambah
Radikula
Panjang
Batang
Daun
Daun
Daun
Nomor ke
(cm)

(cm)
(cm)
(cm)
(cm)

1
1
1,1
Putih
1,1




2
0,8
Putih
0,8




3
1,2
Putih
1,2




4
1,1
Putih
1,1




5
0,9
Putih
0,9




2
1
1,9
Hijau
0,8




2
1,7
Hijau
0,9




3
1,8
Hijau
0,6




4
1,3
Hijau
0,2




5
1,4
Hijau
0,5




3
1
2,3
Hijau
0,4




2
2
Hijau
0,3




3
2,1
Hijau
0,3




4
1,5
Hijau
0,2




5
1,7
Hijau
0,6
















Tabel pertumbuhan dan Perkembahan Biji Kacang Hijau









Gelap (A)







Hari ke
Biji
Perubahan Morfologi
Kacang
Panjang
Warna
Pertambahan
Panjang
Panjang
Lebar
Warna
Hijau
Kecambah
Radikula
Panjang
Batang
Daun
Daun
Daun
Nomor ke
(cm)

(cm)
(cm)
(cm)
(cm)

1
1
1,3
Putih
1,3




2
1,6
Putih
1,6




3
1,3
Putih
1,3




4
1,3
Putih
1,3




5
1,6
Putih
1,6




2
1
2,2
Putih
0,9




2
2,4
Putih
0,8




3
2,5
Putih
1,2




4
2,4
Putih
1,1




5
2,6
Putih
1




3
1
2,7
Putih
0,5




2
3,1
Putih
0,7




3
2,9
Putih
0,4




4
2,8
Putih
0,4




5
3
Putih
0,4




Data Pengukuran yang diambil
Pada hari ke 8,9,10
13,3
4,1
1,5
Hijau muda
14
4,4
1,7
Hijau muda
13,6
4,5
1,8
Hijau muda














Tabel pertumbuhan dan Perkembahan Biji Kacang Hijau









Gelap (B)







Hari ke
Biji
Perubahan Morfologi
Kacang
Panjang
Warna
Pertambahan
Panjang
Panjang
Lebar
Warna
Hijau
Kecambah
Radikula
Panjang
Batang
Daun
Daun
Daun
Nomor ke
(cm)

(cm)
(cm)
(cm)
(cm)

1
1
1,4
Putih
1,4




2
1,3
Putih
1,3




3
1,7
Putih
1,7




4
1,4
Putih
1,4




5
1,6
Putih
1,6




2
1
1,8
Hijau
0,4




2
2,5
Hijau
1,2




3
3
Hijau
1,3




4
2,5
Hijau
1,1




5
2,4
Hijau
0,8




3
1
2
Hijau
0,3




2
3
Hijau
0,5




3
3,5
Hijau
0,5




4
3,4
Hijau
0,9




5
2,8
Hijau
0,4
















Tabel pertumbuhan dan Perkembahan Biji Jagung









Terang (A)







Hari ke
Biji
Perubahan Morfologi
Kacang
Panjang
Warna
Pertambahan
Panjang
Panjang
Lebar
Warna
Hijau
Kecambah
Radikula
Panjang
Batang
Daun
Daun
Daun
Nomor ke
(cm)

(cm)
(cm)
(cm)
(cm)

1
1
 -






2
 -






3
 -






4
 -






5
 -






2
1







2







3







4
0,3
Putih





5







3
1







2







3
0,5
Putih





4
0,3
Putih





5







Data Pengukuran yang diambil
Pada hari ke 8,9,10
4,1
6,1
1,3
Hijau muda
4,8
6,2
1,4
Hijau muda
5,3
6,25
1,45
Hijau muda















Tabel pertumbuhan dan Perkembahan Biji Jagung








Terang (B)






Hari ke
Biji
Perubahan Morfologi
Kacang
Panjang
Warna
Pertambahan
Panjang
Lebar
Warna
Hijau
Kecambah
Radikula
Panjang
Daun
Daun
Daun
Nomor ke
(cm)

(cm)
(cm)
(cm)

1
1






2






3






4






5






2
1






2






3






4






5






3
1






2






3






4






5

















Tabel pertumbuhan dan Perkembahan Biji Jagung









Gelap (A)







Hari ke
Biji
Perubahan Morfologi
Kacang
Panjang
Warna
Pertambahan
Panjang
Panjang
Lebar
Warna
Hijau
Kecambah
Radikula
Panjang
Batang
Daun
Daun
Daun
Nomor ke
(cm)

(cm)
(cm)
(cm)
(cm)

1
1
-






2
-






3
-






4
-






5
-






2
1
0,2

0,2




2







3
0,4

0,4




4







5







3
1
0,1

0,1




2







3
0,7

0,3




4







5







Data Pengukuran yang diambil
Pada hari ke 8,9,10
4.5
8,2
1,2
Hjau muda
6
8,4
1,3
Hijau muda
6,3
8,4
1,3
Hijau muda















Tabel pertumbuhan dan Perkembahan Biji Jagung








Gelap (B)






Hari ke
Biji
Perubahan Morfologi
Kacang
Panjang
Warna
Pertambahan
Panjang
Lebar
Warna
Hijau
Kecambah
Akar
Panjang
Daun
Daun
Daun
Nomor ke
(cm)

(cm)
(cm)
(cm)

1
1
-





2
-





3
-





4
-





5
-





2
1
0,6

0,6



2






3






4
0,3

0,3



5






3
1
1

0,4



2






3






4
0,5

0,2



5







B.       Pembahasan
            Proses perkecambahan benih merupakan suatu rangkaian kompleks dari perubahan-perubahan morfologi, fisologi, dan biokimia. Pada percobaan yang kami lakukan terdiri dari dua jenis tanaman, yaitu tanaman dikotil, yaitu berupa biji kacang hijau dan tanama monokotil, yaitu berupa biji jagung. Setelah satu malam direndam selama satu malam, sudah terlihat pembekakan baik pada biji kacang hijau maupun biji jagung, hal tersebut menunujukan bahwa telah terjadi peristiwa imbibisi.
            Kemudian melunaknya kulit benih dan hidrasi dari protoplasma. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan sel dan enzim-enzim serta naiknya tingkat respirasi benih tahap ketiga merupakan tahap dimana terjadi penguraian bahan-bahan seperti karbohidrat, lemak dan protein menjadi bentuk-bentuk yang melarut dan ditranslokasikan ke titik-titik tumbuh.
            Tahap keempat adalah asimililasi dari bahan-bahan yang telah diuraikan tadi di daerah meristematik untuk menghasilkan energi baru. Kegiatan pembentukan komponen dan pertumbuhan sel baru. Tahap kelima adalah pertumbuhan dari kecambah melalui proses pembelahan, pembesaran dan pembagian sel-sel pada titik-titik tumbuh. Sementara penyerapan air oleh benih terjadi pada tahap pertama biasanya berlangsung sampai jaringan mempunyai kandungan air 40 – 60 % (atau 67 – 150 % atas dasar berat kering). Dan akan meningkat lagi pada saat munculnya radikula sampai jaringan penyimpanan dan kecambah yang sedang tumbuh mempunyai kandunga air 70 - 90 %. Metabolisme sel-sel mulai setelah menyerap air yang meliputi reaksi-rekasi perombakan yang biasa disebut katabolisme dan sintesa komponen-komponen untuk pertumbuhan disebut anabolisme. Proses metabolisme ini akan berlangsung terus dan merupakan pendukung dari pertumbuhan kecambah sampai tanaman dewasa.
            Pada hari pertama biji kacang hijau yang disimpan baik ditempatkan ditempat terang maupun yang di tempat gelap sudah terlihat muncul kecambah (radikula) akan tetapi kecambah biji kacang hijau yang ditempatkan di tempat gelap mempunyai kecambah yang lebih panjang, Hal ini menunjukan bahwa tumbuhan kacang hijau akan cepat tumbuh ditempat gelap karena mempunyai kelembapan yang cukup dan tidak adanya penghambat kerja auksin, yaitu cahaya. sedangkan pada biji jagung baik yangdisimpan ditempat terang maupun ditempat gelap belum terlihat berkecambah. Hal ini dikarenakan biji jagung lebih keras dibandingkan biji kacang hijau.Pemunculan radikel adalah tanda bahwa proses perkecambahan telah sempurna (batasan fisiologis terpenuhi) selanjutnya diikuti oleh pemanjangan dan pembelahan sel-sel
            Pada Hari kedua, biji jagung yang ditempatkan ditempat terang sudah ada satu biji yang berkecambah, sedangkan pada tempat gelap sudah terlihat  2 biji jagung berkecambah. Sementara itu biji kacang hijau yang ditempatkan ditempat gelap memperlihatkan pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan yang ditempat terang namun radikulanya berwarna putih, hal ini berarti tempat gelap mempunyai kelembapan yang lebih tinggi dari tempat terang, kerja hormon auksin lebih efisien ditempat gelap namun klorofil sedikit terbentuk karena tidak adanya cahaya matahari. Kemudian 2 biji kacang hijau yang ditempatkan ditempat gelap menunjukan pertumbuhan bulu-bulu halus pada radikula.
            Pada hari ketiga, semua radikula biji kacang hijau yang ditempatkan ditempat gelap sudah menunujukan adanya bulu-bulu halus, sedangkan pada tempat terang baru sebagian. Sementara itu biji jagung yang ditempatkan ditempat terang sudah menunjukan adanya radikula.
            Pada hari keempat kami mengambil 2 biji kacang hijau (masing-masing satu dari tempat terang dan gelap) dan 2 biji jaung (masing-masing satu dari tempat terang dan gelap) untuk ditanam dalam media yang sama, yaitu tanah dalam aqua gelas yang bawahnya sudah dibolongi.
            Pada hari kelima, biji kacang hijau baik berasal dari tempat terang maupun dari tempat yang gelap telah menunjukan munculnya daun, hal ini menunjukan tanaman tersebut sudah mulai bisa membuat makanannya sendiri.
            Pada hari keenam daun pada biji kacang hijau sudah terlihat makin jelas dan batangnya pun mulai tumbuh tegak, namun warna daun pada biji kacang hijau yang dikecambahkan ditempat gelap tidak sehijau yang ditempat terang namun batang dan daunnya lebih panjang. Hal ini menunujkan bahwa klorofil akan lebih banyak hidup di tempat yang tersinari cahaya. Kemudian pada biji jagung mulai tumbuh bakal batang.
            Pada hari ketujuh calon batang pada biji jagung sudah terlihat jelas dan calon daun mulai terlihat, sedangkan kedua biji kacang hijau terus tumbuh.
            Pada hari kedelapan batang dan daun pada biji jagung sudah terlihat jelas, hal ini menendakan tanaman jagung telah siap untuk memproduksi makanannya sendiri.
            Setelah hari-hari berikutnya tanaman kacang hijau dan jagung terus tumbuh. Cepatnya pertumbuhan didominasi oleh biji yang disimpan ditempat gelap namun warnan hijaunya lebih terang dari biji yang disimpan ditempat terang, namun batang biji yang ditempatkan ditempat terang lebih kuat dibandingkan yang ditempat gelap. Hal ini menunjukan tanaman yang terkenan cahaya lebih sehat dibandingkan daripada yang tidak terkena cahaya.















BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
       Dari hasil pengamatan kami dapat menyimpulkan bahwa :
1.      Cahaya dapat menghambat kerja auksin, yang mengakibatkan biji yang disimpan ditempat terang lebih pendek daripada biji yang disimpan di tempat gelap.
2.      Dengan adanya cahaya, klorofil akan berkembang dan berfungsi dengan baik dan optimal, sehingga tanaman yang disimpan ditempat terang akan tumbuh sehat dan tanaman yang disimpan di tempat gelap akan lebih cepat mati karena akan mati kelaparan disebabkan klorofilnya kurang atau bahkan tidak terbentuk.
3.      Cahaya dapat mengembalikan jumlah dan fungsi klorofil setelah tumbuhan mengalami kloris pada waktu tanaman tersebut berada ditempat gelap, namun warnanya tak sehijau daripada tanamanyang sejak awal disimpan ditempat terang.
4.      Cepatnya perkecambahan disebabkan pula oleh keras tidaknya suatu biji, hal ini dibuktikan dengan kacang hijau yang tidak terlalu keras terlebih dahulu berkecambah dibandingkan biji jagung.
5.      Tipe perkecambahan terbagi dua, yaitu epigeal (biji kacang hijau) dan hipogeal (biji jagung).















Description: H:\tina hp\Photos\IMG0037A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0034A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0035A.jpgDokumentasi Penilitian
Description: H:\tina hp\Photos\IMG0049A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0046A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0048A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0047A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0043A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0044A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0045A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0033A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0042A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0036A.jpg

















Description: H:\tina hp\Photos\IMG0074A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0075A.jpg







Description: H:\tina hp\Photos\IMG0108A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0076A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0114A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0102A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0111A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0107A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0103A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0109A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0100A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0098A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0101A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0104A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0072A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0079A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0073A.jpgDescription: H:\tina hp\Photos\IMG0077A.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar